Bagaimana cara menangani hipoglikemia ringan?
Ambil 15 g karbohidrat cepat serap. Itu dapat berarti 3–4 tablet glukosa atau 150 ml jus buah. Periksa kembali gula darah setelah 15 menit dan ulangi jumlah yang sama kalau nilainya masih di bawah 70 mg/dL (3,9 mmol/L) [1].
Jumlah 15 g adalah titik awal, bukan jaminan. Kalau gula darah Anda sudah sangat rendah atau kalau Anda masih memiliki insulin aktif dari bolus sebelumnya, kemungkinan besar Anda akan memerlukan pemberian ulang 15 g glukosa [2]. Yang penting adalah Anda memeriksa ulang, bukan menganggap keadaannya sudah teratasi, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah.
Aturan 15, langkah demi langkah
- Langkah 1Ambil 15 g karbohidrat cepat serap3–4 tablet glukosa atau 150 ml jus buah. Tanpa cokelat atau kacang. Lemak memperlambat penyerapan.
- Langkah 2Tunggu 15 menitJangan mengulang lebih cepat, betapapun tidak nyamannya. Pemberian yang terlalu berdekatan saling menumpuk dan membuat gula darah melonjak.
- Langkah 3Periksa kembali gula darahUkur lagi, jangan berasumsi masalahnya sudah selesai.
Apa yang ditunjukkan pengukuran baru?
- Masih di bawah 70 mg/dL (3,9 mmol/L)Ulangi dari langkah 1 dengan jumlah yang sama. Kalau gula darah tetap rendah setelah tiga kali, Anda butuh bantuan medis, bukan sekadar kali keempat.
- Di atas 70 mg/dL (3,9 mmol/L)Hipoglikemianya sudah teratasi. Kalau waktu makan berikutnya lebih dari satu jam lagi, makanlah camilan dengan karbohidrat yang lambat diserap.
Makanan apa yang paling cepat menaikkan gula darah?
Yang paling cepat menaikkannya adalah glukosa murni, yang tersedia dalam bentuk tablet, gel, atau bubuk. Berikutnya adalah jus buah yang bening dan gula yang dilarutkan dalam air. Glukosa murni memperbaiki hipoglikemia tanpa kemudian menimbulkan kenaikan gula darah yang berlebihan [3].
Simpanlah glukosa di beberapa tempat tetap yang Anda hafal, sehingga Anda tidak perlu mencarinya lama, misalnya di dalam tas, di mobil, di meja kerja, dan di samping tempat tidur. Dalam keadaan hipoglikemia Anda tidak memiliki kesabaran maupun kejernihan pikiran untuk mengaduk-aduk laci.
Mengapa cokelat, kacang, atau es krim tidak menolong?
Karena semuanya kaya lemak, sedangkan lemak memperlambat pengosongan lambung. Glukosa yang ada di dalamnya sampai ke darah jauh lebih lambat daripada yang Anda perlukan [4].
Setelah Anda memakan cokelat, kacang, atau es krim, pada menit-menit pertama gula darah tidak naik, sehingga Anda terus makan, lalu satu atau dua jam kemudian nilainya naik jauh di atas sasaran. Simpanlah cokelat untuk kesenangan Anda, bukan untuk penanganan hipoglikemia.
Apa yang saya lakukan kalau gula darah tidak naik setelah dua kali pemberian?
Berikan sekali lagi jumlah yang sama dan carilah penjelasannya. Paling sering penyebabnya adalah insulin yang baru saja diberikan, alkohol yang diminum pada hari itu, atau aktivitas fisik yang berkepanjangan.
Kalau gula darah tetap rendah setelah tiga kali pemberian 15 g glukosa atau kalau keadaannya memburuk, Anda memerlukan pertolongan medis, bukan sekadar pemberian keempat [6]. Hubungi tim medis atau setidaknya beri tahu orang-orang di sekitar Anda. Kalau muncul kebingungan atau rasa mengantuk, layanan gawat darurat harus dipanggil.
Apa yang saya lakukan pada hipoglikemia berat?
Pada hipoglikemia berat pasien sudah tidak dapat menolong dirinya sendiri. Kadang ia masih menjalankan perintah sederhana dan masih dapat minum jus sendiri, sehingga Anda dapat menolongnya dengan glukosa lewat mulut. Tetapi kalau ia kebingungan, tidak dapat menelan, mengalami kejang, atau kehilangan kesadaran, jangan berikan apa pun lewat mulut, sebab risiko tersedaknya sangat besar [6].
Kalau kesadarannya hilang, baringkan pasien dalam posisi miring, berikan glukagon, dan segera hubungi layanan gawat darurat. Setelah ia sadar kembali dan dapat menelan dengan aman, berikan karbohidrat lambat serap dan tetaplah berada di sampingnya. Setiap episode hipoglikemia berat harus dilaporkan kepada tim medis [1].
Bagaimana glukagon diberikan dan siapa yang perlu mengetahuinya?
Glukagon tersedia dalam bentuk nasal, yang disemprotkan ke dalam satu lubang hidung, dan dalam bentuk suntikan. Bentuk nasal terbukti sama efektifnya dengan bentuk suntikan dalam memperbaiki hipoglikemia akibat insulin dan cenderung menggantikan bentuk suntikan dalam praktik sehari-hari [7].
Yang perlu mengetahui cara pemberian glukagon adalah orang-orang di sekitar Anda, bukan Anda sendiri: keluarga, rekan kerja, pelatih, guru. Pada umumnya, orang tanpa latar belakang medis memberikan bentuk nasal lebih cepat dan dengan lebih sedikit kesalahan dibandingkan bentuk suntikan [8]. Tunjukkan kepada mereka tempat Anda menyimpan perangkat glukagon dan periksa tanggal kedaluwarsanya secara berkala.
Apa yang saya lakukan segera setelah gula darah kembali normal?
Kalau waktu makan berikutnya masih lebih dari satu jam lagi, makanlah camilan dengan karbohidrat lambat serap, supaya gula darah tidak turun lagi. Kemudian catatlah apa yang terjadi: jamnya, nilainya, apa yang Anda makan, dan berapa banyak insulin aktif yang Anda miliki [1].
Jangan memberikan insulin untuk "memperbaiki" kenaikan yang muncul setelah penanganan. Inilah saat munculnya koreksi yang paling sering tidak diperlukan. Kalau episodenya berulang, catatan inilah yang justru perlu Anda bicarakan dengan tim medis.
Bagaimana cara menangani hipoglikemia yang muncul pada malam hari?
Penanganannya sama, baik pada siang maupun pada malam hari: 15 g karbohidrat cepat serap dan pemeriksaan ulang setelah 15 menit. Bedanya, pada malam hari Anda harus lebih dahulu terbangun. Dalam keadaan itu alarm sensor menjadi sangat berharga [9].
Sistem yang menghentikan pemberian insulin secara otomatis ketika memperkirakan penurunan menuju hipoglikemia menurunkan jumlah episode malam hari secara bermakna [10]. Jalan keluarnya bukan makan tambahan pada malam hari "supaya aman", melainkan membicarakan pemilihan dosis insulin dengan tim medis Anda.
Apa yang saya lakukan kalau hipoglikemia muncul saat mengemudi atau berolahraga?
Saat mengemudi, hentikan kendaraan, tangani, lalu tunggu. Jangan memulai perjalanan dengan gula darah di bawah 90 mg/dL (5,0 mmol/L). Pada data yang direkam dari lalu lintas nyata, pasien yang memulai perjalanan dengan gula darah di atas nilai tersebut tampak berada dalam keadaan aman [11].
Kalau hipoglikemia muncul saat aktivitas fisik, Anda harus menghentikan kegiatan itu, mengambil karbohidrat cepat serap, dan meneruskan aktivitas fisik hanya setelah gula darah kembali sepenuhnya ke sasaran Anda saat berolahraga. Ingatlah bahwa risiko hipoglikemia baru tetap tinggi selama beberapa jam setelah latihan, bukan hanya selama latihan berlangsung [12].
Kesimpulan
- Penanganan hipoglikemia terdiri atas 15 g karbohidrat cepat serap, lalu pemeriksaan ulang setelah 15 menit, dengan pemberian kedua kalau gula darah masih di bawah ambang [1] [2].
- Lemak memperlambat penyerapan, sehingga cokelat dan es krim tidak berguna dalam penanganan hipoglikemia [4].
- Pada hipoglikemia berat dengan hilangnya kesadaran tidak diberikan apa pun lewat mulut. Dalam keadaan itu digunakan glukagon dan layanan gawat darurat dihubungi [6].
- Glukagon nasal sama efektifnya dengan bentuk suntikan dan lebih mudah diberikan oleh orang tanpa latar belakang medis [7] [8].
Istilah glosarium yang dipakai di sini
Rujukan
- 6. Glycemic Goals, Hypoglycemia, and Hyperglycemic Crises: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S132-S149. PubMed
- Managing Impending Nonsevere Hypoglycemia With Oral Carbohydrates in Type 1 Diabetes: The REVERSIBLE Trial. Diabetes Care. 2024;47(3):476-482. PubMed
- Treatment of insulin reactions in diabetics. JAMA. 1984;252(24):3378-3381. PubMed
- Effects of fat supplementation on glycaemic response and gastric emptying in adolescents with Type 1 diabetes. Diabet Med. 2008;25(9):1030-1035. PubMed
- Effective treatment of hypoglycemia in children with type 1 diabetes: a randomized controlled clinical trial. Pediatr Diabetes. 2011;12(4 Pt 2):381-387. PubMed
- Emergency treatment of hypoglycaemia: a guideline and evidence review. Diabet Med. 2017;34(9):1205-1211. PubMed
- Intranasal Glucagon for Treatment of Insulin-Induced Hypoglycemia in Adults With Type 1 Diabetes: A Randomized Crossover Noninferiority Study. Diabetes Care. 2016;39(2):264-270. PubMed
- Faster Use and Fewer Failures with Needle-Free Nasal Glucagon Versus Injectable Glucagon in Severe Hypoglycemia Rescue: A Simulation Study. Diabetes Technol Ther. 2017;19(7):423-432. PubMed
- Long-Term Home Study on Nocturnal Hypoglycemic Alarms Using a New Fully Implantable Continuous Glucose Monitoring System in Type 1 Diabetes. Diabetes Technol Ther. 2015;17(11):780-786. PubMed
- Enhanced Metabolic Control in a Pediatric Population with Type 1 Diabetes Mellitus Using Hybrid Closed-Loop and Predictive Low-Glucose Suspend Insulin Pump Treatments. Pediatr Rep. 2024;16(4):1188-1199. PubMed
- Driving with Type 1 Diabetes: Real-World Evidence to Support Starting Glucose Level and Frequency of Monitoring During Journeys. Diabetes Technol Ther. 2022;24(5):350-356. PubMed
- Exercise, Hypoglycemia, and Type 1 Diabetes. Diabetes Technol Ther. 2014;16(6):331-337. PubMed