Komponen sistem pemantauan glukosa berkelanjutan

Sumber terverifikasi Diperbarui: 7 September 2026 8 menit baca

Sistem pemantauan glukosa berkelanjutan (CGM) memiliki tiga komponen yang bekerja bersama: sensor, yang mengukur kadar glukosa di bawah kulit, transmiter, yang mengirimkan datanya secara nirkabel, dan perangkat tampilan, tempat Anda melihat angka dan grafiknya.

3 komponen
sensor, transmiter, dan perangkat tampilan
nirkabel
Bluetooth LE atau NFC, tanpa kabel
satu bagian
sensor + transmiter, pada model modern

Sistem pemantauan glukosa berkelanjutan terdiri atas komponen apa saja?

Sistem pemantauan glukosa berkelanjutan memiliki tiga bagian yang bekerja bersama:

  • sensor — mengukur kadar glukosa di bawah kulit;
  • transmiter — mengirimkan datanya secara nirkabel;
  • perangkat tampilan — tempat Anda melihat hasilnya [1].

Pada sebagian besar sistem modern, sensor dan transmiter sudah disatukan dari pabrik menjadi satu bagian, seperti yang ditunjukkan gambar di bawah.

Gambar 1

Perjalanan sebuah nilai, dari bawah kulit sampai ke layar

  1. Bagian 1SensorFilamen halus di bawah kulit mengukur kadar glukosa dalam cairan di antara sel.
  2. Bagian 2TransmiterMengirim data secara nirkabel, setiap beberapa menit. Pada sebagian besar sistem modern, transmiter menyatu dengan sensor sejak dari pabrik.
  3. Bagian 3Perangkat tampilanPonsel Anda, penerima khusus, atau pompa menampilkan nilai dan grafiknya.
Ketiga bagian ini membentuk rantai yang berfungsi. Sensor mengambil informasinya, transmiter mengirimkannya, dan perangkat tampilan menunjukkannya kepada Anda [2]. Aplikator memasang sensor dalam satu gerakan, dan plester perekat menahannya dengan aman di kulit.

Ketiga komponen ini membentuk rantai yang sederhana dan efisien: sensor mengumpulkan informasinya, transmiter mengirimkannya, dan perangkat tampilan menyajikannya kepada Anda dalam bentuk angka dan grafik. Dengan begitu Anda selalu melihat perkiraan kadar gula darah tanpa harus menusuk jari setiap kali untuk mengukurnya dengan glukometer.

Apa itu sensornya sendiri?

Sensor adalah bagian yang mengukur kadar glukosa. Sensor memiliki filamen yang sangat tipis dan lentur, yang dimasukkan ke bawah kulit dan tetap berada di sana selama seluruh masa pemakaiannya. Ujung filamen ini bersentuhan dengan cairan di antara sel (cairan jaringan) dan mengukur kadar glukosa di ruang tersebut hampir tanpa henti [1] [3].

Sensor berukuran kecil dan ringan, dan setelah dipasang biasanya tidak lagi terasa. Sensor adalah bagian aktif dari sistem ini, yaitu bagian yang menghasilkan informasi tentang perkiraan gula darah; komponen lainnya hanya mengirimkan, mengolah, dan menampilkan apa yang diukur oleh sensor [3].

Apa peran transmiter?

Transmiter mengambil nilai yang diukur oleh sensor dan mengirimkannya secara nirkabel ke perangkat tempat Anda akan melihatnya. Transmiter adalah jembatan antara sensor dan ponsel atau penerima khusus Anda. Tanpa transmiter, informasinya akan terkunci di dalam sensor.

Transmiter mengirimkan data secara otomatis, umumnya setiap beberapa menit, melalui sambungan nirkabel yang serupa dengan sambungan antara ponsel dan earphone. Pada sebagian sistem, transmiter merupakan bagian yang terpisah. Pada sistem modern, transmiter tersembunyi di dalam wadah plastik yang sama dengan sensor, sehingga Anda bahkan tidak melihatnya sebagai bagian tersendiri.

Apa itu penerima atau perangkat tampilan?

Perangkat tampilan adalah layar tempat Anda membaca perkiraan kadar gula darah. Perangkat ini dapat berupa penerima khusus yang Anda terima bersama sistemnya, atau bahkan ponsel Anda sendiri, yang menjalankan aplikasi khusus untuk keperluan tersebut. Di sana muncul nilai saat ini, grafik perjalanan beberapa jam terakhir, dan sebuah panah (kadang lebih dari satu) yang menunjukkan arah gula darah [4].

Perangkat tampilan pula yang membunyikan alarm ketika gula darah turun atau naik terlalu jauh. Agar alarmnya terdengar, perangkat memerlukan baterai yang terisi, volume yang menyala, dan izin aplikasi yang aktif. Dalam mode senyap atau mode "Jangan Ganggu", sebuah alarm dapat terlewat begitu saja. Perangkat tampilan tidak mengukur apa pun sendiri, melainkan hanya menerima, mengolah, dan menyajikan data yang dikirim transmiter dalam bentuk yang mudah dipahami.

Bisakah saya memakai ponsel sebagai perangkat tampilan?

Bisa. Pada sebagian besar sistem saat ini Anda dapat memakai ponsel sebagai perangkat tampilan, melalui aplikasi khusus yang umumnya gratis. Ponsel menerima data dari transmiter dan menampilkan perkiraan kadar gula darah beserta grafiknya, serta membunyikan alarm, persis seperti penerima khusus [5].

Memakai ponsel terasa praktis karena Anda selalu membawanya. Penerima terpisah tetap menjadi pilihan yang berguna bagi orang yang lebih menyukai alat khusus atau sebagai cadangan. Penting untuk memeriksa apakah model ponsel Anda cocok dengan aplikasi sensornya [5].

Apakah transmiter dan sensor menyatu dalam satu bagian atau terpisah?

Tergantung sistemnya. Pada beberapa model lama, transmiter merupakan bagian terpisah yang Anda pasangkan pada sensor setelah pemasangan dan Anda pakai ulang pada setiap sensor baru. Pada model yang lebih baru, sensor dan transmiter disatukan dari pabrik menjadi satu bagian yang Anda kenakan sebagai satu kesatuan.

Kedua varian ini melakukan hal yang sama, dan perbedaannya bersifat praktis. Transmiter terpisah berarti ada satu bagian tambahan yang harus diurus dan dipakai ulang. Varian yang menyatu lebih sederhana karena Anda membuang semuanya sekaligus pada akhir masa pemakaian.

Apa peran plester perekat?

Plester perekat menahan sensor tetap menempel pada kulit selama seluruh masa pemakaian. Plester ini mencegah sensor bergeser atau lepas saat kegiatan sehari-hari, saat mandi, atau saat tidur, sehingga filamen di bawah kulit tetap berada pada posisi yang benar.

Perekatan yang baik itu penting, karena sensor yang terlepas tidak lagi dapat mengukur dengan benar dan tidak dapat dipasang kembali. Kadang sebuah pita tambahan dapat ditempelkan di atas plester untuk keamanan lebih. Pada sebagian orang, perekatnya dapat mengiritasi kulit, dan hal ini perlu dibicarakan dengan dokter [6]. Jika sensor terlepas sebelum waktunya, Anda memasang sensor baru di tempat lain, dan sampai sensor itu mulai menampilkan angka Anda memeriksa gula darah dengan glukometer. Untuk penggantian sensor yang hilang, Anda dapat menghubungi tim medis atau produsennya.

Apa itu aplikator?

Aplikator adalah alat yang Anda pakai untuk memasang sensor pada kulit. Anda meletakkannya di tempat yang dipilih dan, dengan satu kali tekan, sensor terpasang pada kulit sementara filamen tipisnya masuk ke bawah kulit, tepat pada posisi yang sesuai, dengan cepat dan dengan rasa tidak nyaman yang minimal [7].

Aplikator dipakai untuk memasang sensor, lalu dibuang atau disimpan, tergantung modelnya. Perannya adalah membuat pemasangan menjadi sederhana dan aman, sehingga Anda dapat memasang sendiri sensornya di rumah tanpa bantuan orang lain [7].

Apakah semua komponen diganti pada waktu yang sama?

Tidak. Sensor paling sering diganti, yaitu pada akhir masa pemakaiannya. Perangkat tampilan, baik penerima khusus maupun ponsel, bertahan lama dan Anda pakai ulang pada setiap sensor baru.

Transmiterlah yang membedakan sistem yang satu dengan yang lain. Jika transmiter merupakan bagian terpisah yang dapat dipakai ulang, Anda menyimpannya untuk beberapa sensor (umumnya satu tahun, tetapi lamanya berbeda dari satu sistem ke sistem lain). Jika transmiter menyatu dengan sensor, keduanya diganti bersamaan. Dengan begitu, irama penggantiannya bergantung pada jenis sistem yang Anda pakai [2] [8].

Apa yang terjadi jika saya kehilangan perangkat tampilan?

Jika Anda kehilangan perangkat tampilan, sensor di tubuh Anda tetap mengukur gula darah. Sensor tidak berhenti dan tidak rusak. Yang terhenti hanyalah penayangan angkanya, artinya Anda tidak lagi dapat melihatnya sampai Anda menyambungkan kembali sensornya dari perangkat lain. Untuk ponsel, Anda memasang ulang aplikasinya di ponsel lain yang cocok lalu menyambungkannya kembali [4].

Banyak sistem menyimpan data beberapa jam terakhir di dalam memorinya dan memulihkannya setelah tersambung kembali, sehingga informasi dari kurun waktu itu tidak sepenuhnya hilang. Namun, pemulihan data ini lebih bermasalah ketika penerimanya diganti daripada setelah sekadar keluar dari jangkauannya. Besar kemungkinan Anda tidak lagi dapat memulihkan data dari kurun waktu ketika Anda tidak terhubung dengan perangkat yang diganti itu. Sebaliknya, pada perangkat yang sama, data itu dipulihkan saat Anda tersambung kembali [4].

Apakah komponen sistem berkomunikasi satu sama lain secara nirkabel?

Ya. Hubungan antara sensor, transmiter, dan perangkat tampilan berlangsung secara nirkabel. Sensor waktu nyata berkomunikasi melalui teknologi nirkabel (Bluetooth LE), sedangkan sensor dengan pindai berkala memakai sambungan NFC (Near Field Communication) [1] [4]. Bluetooth LE mirip dengan sambungan antara ponsel dan earphone nirkabel, sedangkan NFC mirip dengan pembayaran nirsentuh di terminal pembayaran.

Komunikasi nirkabel ini memberi Anda kebebasan bergerak sepenuhnya. Agar datanya sampai dengan benar, perangkat tampilan harus cukup dekat dengan sensor. Jika Anda menjauh terlalu banyak, sambungannya terputus sementara dan tersambung kembali ketika Anda mendekat lagi [4].

Kesimpulan

  • Sistem CGM memiliki tiga komponen yang bekerja bersama: sensor, transmiter, dan perangkat tampilan [1].
  • Sensor adalah satu-satunya bagian yang mengukur sesuatu, dengan memakai filamen tipis yang berada di bawah kulit [3].
  • Transmiter mengirimkan data secara nirkabel, sedangkan perangkat tampilan (ponsel atau penerima khusus) menunjukkan angka, grafik, dan trennya, serta membunyikan alarm bila diperlukan [4].
  • Sensor paling sering diganti, sedangkan transmiter yang terpisah dipakai ulang (umumnya satu tahun, tergantung sistemnya); pada model modern sensor dan transmiter menyatu menjadi satu bagian.
  • Komponen-komponennya berkomunikasi secara nirkabel (Bluetooth untuk sensor waktu nyata, NFC untuk sensor dengan pindai berkala), dan jika Anda kehilangan hubungan dengan penerimanya, sensor tetap mengukur [1] [4].

Anda mungkin juga tertarik

Halaman lain tentang dasar-dasar teknologi sensor glukosa.

Istilah glosarium yang dipakai di sini

Rujukan

  1. Kim JH. Current status of continuous glucose monitoring among Korean children and adolescents with type 1 diabetes mellitus. Ann Pediatr Endocrinol Metab. 2020;25(3):145-151. PubMed
  2. Dehennis A, Mortellaro MA, Ioacara S. Multisite Study of an Implanted Continuous Glucose Sensor Over 90 Days in Patients With Diabetes Mellitus. J Diabetes Sci Technol. 2015;9(5):951-956. PubMed
  3. Sun T, Liu J, Chen CJ. Calibration algorithms for continuous glucose monitoring systems based on interstitial fluid sensing. Biosens Bioelectron. 2024;260:116450. PubMed
  4. Krakauer M, Botero JF, Lavalle-González FJ, Proietti A, Barbieri DE. A review of flash glucose monitoring in type 2 diabetes. Diabetol Metab Syndr. 2021;13(1):42. PubMed
  5. American Diabetes Association Professional Practice Committee. 7. Diabetes Technology: Standards of Care in Diabetes-2026. Diabetes Care. 2026;49(Suppl 1):S150-S165. PubMed
  6. Cichoń M, Trzeciak M, Sokołowska-Wojdyło M, Nowicki RJ. Contact Dermatitis to Diabetes Medical Devices. Int J Mol Sci. 2023;24(13):10697. PubMed
  7. Zheng M, Patel A, Khoja A, Luo Y, Lin W, He Q, et al. Barriers and facilitators of diabetes management by continuous glucose monitoring systems among adults with type 2 diabetes: a protocol of qualitative systematic review. BMJ Open. 2021;11(10):e046050. PubMed
  8. Bailey TS, Liljenquist DR, Denham DS, Brazg RL, Ioacara S, Masciotti J, et al. Evaluation of Accuracy and Safety of the 365-Day Implantable Eversense Continuous Glucose Monitoring System: The ENHANCE Study. Diabetes Technol Ther. 2025;27(5):407-411. PubMed